Indonesia Indonesia English
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk
  • Berita
  • Media
  • Artikel
  • Karir
  • Hubungi Kami
Galeri
Video
Galeri
Video

Mengenal Perbedaan B50, B40, dan B35 dan Dampaknya bagi Kendaraan Diesel

Jul 24, 2026

Seiring meningkatnya penggunaan energi terbarukan di Indonesia, istilah B35, B40, hingga B50 semakin sering terdengar, khususnya di kalangan pengguna kendaraan diesel dan pelaku industri transportasi. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya perbedaan ketiga jenis biodiesel tersebut?

 

Perbedaan utama B35, B40, dan B50 terletak pada persentase campuran biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dengan solar. Semakin besar angka di belakang huruf "B", semakin tinggi kandungan biodieselnya. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan minyak sawit sebagai sumber energi terbarukan.

Daftar Isi
  • Apa Itu Biodiesel?
  • Perbedaan B35, B40, dan B50
    1. 1. B35
    2. 2. B40
    3. 3. B50
  • Tabel Perbandingan B35, B40, dan B50
  • Apa Dampaknya bagi Kendaraan Diesel?
  • Mengapa Pemerintah Terus Meningkatkan Campuran Biodiesel?
  • Kesimpulan

 

Apa Itu Biodiesel?

 

Biodiesel adalah bahan bakar yang dibuat dari minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, yang diolah menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Selanjutnya, FAME dicampurkan dengan solar konvensional sehingga menghasilkan bahan bakar biodiesel yang dapat digunakan pada mesin diesel.

 

Program pencampuran biodiesel telah diterapkan secara bertahap di Indonesia, mulai dari B20, B30, B35, B40, hingga kini berkembang ke B50.

 

Perbedaan B35, B40, dan B50

 

1. B35

 

B35 merupakan campuran:

  • 35% biodiesel (FAME)

  • 65% solar

 

Karena kandungan biodieselnya masih relatif rendah, karakteristiknya paling mendekati solar konvensional. Mayoritas kendaraan diesel dapat menggunakan B35 tanpa memerlukan penyesuaian khusus, sehingga menjadi tahap awal transisi menuju penggunaan biodiesel yang lebih tinggi.

 

2. B40

 

B40 terdiri dari:

  • 40% biodiesel

  • 60% solar

 

Dibandingkan B35, B40 menawarkan beberapa keunggulan, antara lain:

  • Emisi gas rumah kaca lebih rendah.

  • Pelumasan komponen mesin diesel menjadi lebih baik.

  • Membantu mengurangi konsumsi solar berbasis fosil.

 

Namun, pada beberapa kendaraan diesel, penggunaan B40 memerlukan perhatian lebih terhadap kondisi filter bahan bakar dan jadwal perawatan agar performa tetap optimal.

 

3. B50

 

B50 merupakan tahap berikutnya dalam pengembangan biodiesel dengan komposisi:

  • 50% biodiesel

  • 50% solar

 

Dengan kandungan biodiesel paling tinggi di antara ketiganya, B50 memberikan manfaat berupa:

  • Pengurangan emisi yang lebih besar.

  • Peningkatan penggunaan energi terbarukan.

  • Pengurangan ketergantungan terhadap impor solar.

 

Hasil pengujian pemerintah menunjukkan performa mesin tetap memenuhi spesifikasi teknis pada berbagai sektor, meskipun pada beberapa aplikasi konsumsi bahan bakar dapat sedikit meningkat dibandingkan B40.

 

Tabel Perbandingan B35, B40, dan B50

 

Jenis Kandungan Biodiesel Kandungan Solar Karakteristik
B35 35% 65% Paling mendekati solar konvensional
B40 40% 60% Emisi lebih rendah, pelumasan lebih baik
B50 50% 50% Energi terbarukan lebih tinggi, emisi paling rendah di antara ketiganya

 

Apa Dampaknya bagi Kendaraan Diesel?

 

Banyak pemilik kendaraan bertanya apakah penggunaan biodiesel dengan campuran lebih tinggi aman bagi mesin.

 

Secara umum, kendaraan diesel modern yang telah dirancang sesuai spesifikasi pabrikan mampu menggunakan biodiesel sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Namun, karena kandungan biodiesel yang lebih tinggi memiliki sifat pembersih (cleaning effect), endapan pada tangki bahan bakar dapat ikut terbawa sehingga filter bahan bakar berpotensi lebih cepat kotor, terutama pada kendaraan dengan usia pemakaian yang sudah lama.

 

Oleh karena itu, pemilik armada disarankan untuk:

  • Melakukan penggantian filter solar sesuai jadwal.

  • Menggunakan bahan bakar dari SPBU resmi.

  • Melakukan servis berkala.

  • Menggunakan suku cadang asli agar sistem bahan bakar tetap bekerja optimal.

 

Mengapa Pemerintah Terus Meningkatkan Campuran Biodiesel?

 

Program biodiesel memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

  • Mengurangi impor solar.

  • Meningkatkan ketahanan energi nasional.

  • Menekan emisi karbon.

  • Mendorong pemanfaatan minyak sawit sebagai energi terbarukan.

  • Mendukung target transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

 

Kesimpulan

 

Perbedaan B35, B40, dan B50 terletak pada persentase campuran biodiesel dalam solar. Semakin tinggi kandungan biodiesel, semakin besar kontribusinya terhadap pengurangan emisi dan penggunaan energi terbarukan.

 

Bagi pengguna truk maupun kendaraan diesel lainnya, yang terpenting bukan hanya memahami jenis bahan bakar yang digunakan, tetapi juga menjaga kondisi kendaraan melalui perawatan berkala, penggantian filter tepat waktu, dan penggunaan komponen berkualitas. Dengan demikian, performa mesin tetap optimal meskipun mengikuti perkembangan standar biodiesel di Indonesia.

Berita Terkait

Pemerintah Dorong Hidrogen sebagai Sumber Energi Masa Depan

10 Fakta Menarik Tentang Kelapa Sawit yang Jarang Diketahui

BBM B50 Dipastikan Aman untuk Mesin Kendaraan, Ini Penjelasan Pemerintah

<
Halaman Sebelumnya

Kantor Pusat

Gedung WTC Mangga Dua Lt. 3A, Jl. Mangga Dua Raya No. 8, Kel. Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara 14430

Kantor Perwakilan

Komplek Pemuda City Walk Blok A No.1 dan 2, Jl. Pemuda, Kel. Tirta Siak, Kec. Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau 28292
 

Informasi Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Berita
  • Media
  • Artikel
  • Karir
  • Hubungi Kami

Produk

  • Shacman X3000
  • Shacman F3000
  • Produk Lainnya

Berlangganan Newsletter Kami

Kirim

©2026

MC Group

member of

TB Global Group